Jakarta Sebelum Tertidur

Senja di Jakarta. Sumber Gambar: Panoramio.com
2 minggu ini kita mulai terbiasa pulang pergi ngantor pakai angkutan umum. Dari Kopaja sampai Uber, dari Ojek Pangkalan sampai Ojek Digital merupakan teman setia kita menjalani hari. Si Ecosport belum bisa menemani kita karena selama dua minggu ini beliau nginep di Bandung dulu sekalian servis 40 ribu kilometer.
(sebelum nanti bengkelnya tutup, mudah mudahan ga jadi tutup)

Cerita naik Kopaja atau Uber mungkin diceritakan nanti di postingan terpisah ya (nanti ini dikasih link). Ini cerita seputar kehidupan pulang kantor di Jakarta. Seputar hirup pikuk manusia menuju tempat peristirahatan sementaranya untuk sekedar memejamkan mata juga mengistirahatkan raga.

Setiap senja menjemput kita bergegas untuk meninggalkan kantor, tango adalah sahabat kita dan lembur adalah musuh kita. Selagi bisa tango kenapa harus berlama-lama di kantor, masih banyak tempat dan waktu menanti untuk kita jelajahi dan dipelajari.

Melalui trotoar SCBD dari arah Gatot Subroto saya berjalan menuju Sudirman untuk menghampiri seseorang, melewati Pacific Place juga Gedung BEJ. Sepanjang jalan saya perhatikan banyak sekali driver Ojek Digital berlalu lalang sambil sesekali membuka ponsel lalu bergegas menghampiri destinasi tempat dimana mereka bisa menjemput konsumen mereka.
Sumber Gambar: Liputan6.com

(semoga lancar ya Pak dan selamat sampai tujuan)

Kurang lebih 10 menit berjalan kaki saya akhirnya tiba di suatu gedung di samping BEJ, menghampiri seseorang dan setelah itu melanjutkan perjalanan. Begini kurang lebih rutinitas kita selama 2 minggu ini.

Dari Sudirman kita berdiskusi sejenak, menentukan arah kemana kaki melangkah. Solusi tepat adalah ke tempat dimana kita bisa mengisi perut yang mulai keroncongan atau sekedar melepas dahaga. Dari sini biasanya kita memilih untuk menggunakan moda transportasi Trans Jakarta, jalan sedikit menuju halte Gelora Bung Karno atau halte Polda kita sudah sampai.
(buat yang mau tau rute Trans Jakarta bisa dicek disini)

Suasana sore hari ini sangatlah menyenangkan, mengingatkan pada susana di Bulan Puasa. Kiri kanan sepanjang trotoar banyak sekali pedagang makanan mengasongkan produknya, ada yang jual tempe mendoan, tahu isi, minuman rasa-rasa dan bahkan pisang Sunpride (semacamnya lah) pun ada. Di sepanjang JPO ada pula Abang-Abang yang jualan ID card holder, kaos kaki, masket, tissue dan lainnya. Melihat hal tersebut kadang terlintas di pikiran bahwa seharusnya kita merasa sangat bersyukur atas apa yang telah Allah SWT berikan kepada kita dan keluarga. Disaat senja menjemput, kita bisa bergegas menuju rumah untuk beristirahat dan bersenda gurau bertemu sanak keluarga. Namun saudara kita yang lain masih ada yang harus membanting tulang, mencari rejeki, mengadu nasib untuk sekedar menyambung hidup. Alhamdulillah
(jangan lupa untuk sesekali membeli produk mereka guna berbagi kebahagiaan bersama mereka)

Sambil berbincang di tengah perjalanan tak terasa akhirnya sampai juga di halte Trans Jakarta Gelora Bung Karno, tempat makan yang dituju biasanya selalu menjadi perdebatan bagi kita, tapi kalau sudah sampai di halte biasanya tujuannya pun sudah jelas. Selama 2 minggu itu tempat makan yang pernah kita sambangi adalah Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih, Kedai Kopi Sabang 16, kedai kaki lima di Jalan Sabang, dan Warung Pak Gendut Sarinah (naik Trans Jakarta koridor 1 arah Kota turun di halte BI), Restoran Padang Surya Benhil (naik Trans Jakarta koridor 1 arah Kota turun di halte Benhil), Mie Ayam depan Ratu Plaza (ini jalan aja atau naik Trans Jakarta koridor 1 arah Blok M turun di halte Senayan), kaki lima Soto Ayam depan Fx (ini jalan aja). 
(review tempatnya menyusul ya)

Malam semakin larut, jika perut telah terisi dan dahaga telah terobati maka telah selesai aktivitas kita di hari ini, karena raga sudah semakin lelah maka tujuan selanjutnya adalah pulang menuju tempat peristirahatan kita, tempat yang biasanya orang-orang menyebutnya dengan kata "rumah" sekedar untuk memejamkan mata dan mengistirahatkan raga. Ditemani Trans Jakarta atau Uber kita sampai di rumah sekitar pukul 9 atau 10 malam. Sekedar membasuh muka atau membasahi tubuh, setelah itu bergegas menuju pangkuan tempat tidur untuk memejamkan mata dan terlelap di dalam indahnya malam.

Jadi setelah kurang lebih selama 2 minggu kita mencoba angkutan umum ternyata memang beda rasanya, banyak hal yang tidak kita peroleh selama pulang pergi kantor hanya dengan kendaraan pribadi, banyak pelajaran yang bisa dipetik dari para penikmat senja dan para pejuang senja.

Selamat malam Jakarta
mohon maaf kalau post kali ini sedikit puitis haha


Impulsive Weekend Trip : Awal Mula


Hutan Mangrove PIK, Jakarta
Ada yang ngerasa bosen ga sih dengan aktivitas weekend nya?
Akhir akhir ini kita lagi bosen banget sama weekend kita yang diisi dengan jalan – jalan di Jakarta.

Kalau kalian kemana sih biasanya? Apakah ke mall, makan, nonton, atau nongkrong di café? Bukannya mau sombong nih, tapi semuanya udah kita coba. Kita udah coba café/ resto gaya, udah juga liat pameran di Galeri Nasional, RUCI, dan dia·lo·gue (walaupun masih penasaran sama Salihara dan Art 1 Museum karena ada yang susah banget diajak kesana huft), udah juga nonton film Cinta dalam Sepotong Roti di Kineforum, 17an di Pantai Karnaval Ancol, jalan-jalan di hutan mangrove PIK, mampir ke Taman Surapati dan Situ Lembang, wisata ke Kota Tua dan menyambangi museum - museum (museum yang paling dingin itu Museum Perumusan Teks Proklamasi), dateng ke Convention di JCC (kita udah ke Pameran Batik, Mutiara, Rumah, dan Comic-con), staycation di Morrisey dan Ascott, dan pernah nonton gerhana di Taman Ismail Marzuki yang antri ambil kacamatanya aja ngalahin antrinya nonton konser Wali.


FYI, kita juga udah pernah nyobain bis gratis Tour Jakarta (rute Bunderan HI - Pasar Baru). Pernah saking bosennya mau pergi kemana, akhirnya kita mampir ke Sarinah (re: Antam) dan beli beberapa gram emas disana, lumayan kan investasi.
*teaser gambar*
*kunjungan sekitar Jakarta* 
Tebak coba ini dimana?
Karena tuntutan profesi, Senin sampai Jumat kita jarang ada waktu untuk nafas (ceritanya saking sibuknya) jadi setiap Sabtu dan Minggu selalu pinginnya balas dendam dimanfaatkan untuk main dan jalan-jalan. 


Seperti quotes dari leluhur kita ini silahkan disimak
Ini nih prinsip kita banget, keren kan. *Padahal mah pas kerja juga males malesan
Sumber Gambar : Google
Jalan-jalan dan main kemana??
Topik ini selalu jadi masalah besar untuk kita. Biasanya kita jalan-jalan sekitar Jakarta, TAPI makin kesini kita makin bingung mau kemana karena hampir seisi Jakarta udah pernah kita ubek-ubek sampai lecek kayak baju anak SD dan sepertinya hampir ga ada tempat di Jakarta yang belum pernah kita datengin. 
HUFFFFFTTTT
🙅🙅🙅🙅🙅

Sejak saat itu kita mulai ga nafsu lagi kelilingin Jakarta. Berusaha cari alternatif lain untuk hiburan, buat sekedar jalan-jalan, buat buang penat termasuk buang duit selama weekend ya kita ke kota - kota sekitar Jakarta. Bandung (yg ini hampir tiap minggu soalnya orang tua kita tinggal disini), Bogor (ini juga sama), Depok, Tangerang, Cianjur, Cirebon, mana lagi ya? Semua yang deket-deket udah kita samperin semuanya. 

Ke-impulsive-an kita semakin menjadi didukung dengan rajinnya kita cek rate  Traveloka atau Agoda dan baca blog orang-orang tentang wisata ke tempat-tempat menarik. Akhirnya dengan jatah libur tiap minggu yang cuma 2 HARI (Sabtu sama Minggu doang) kita nekat pernah ke Lampung, Solo, dan bahkan ke Singapore. Berangkat Sabtu - pulang lagi Minggu!  Pernah juga ke-impulsive-an jalan-jalan ke toko kamera (re: Camzone Jalan Merdeka Bandung) berbuah GoPro Hero 5 (pemborosan :( bayar pake kartu kredit dan gunakan fitur cicilannya, jadi ga bingung bayar tagihan walaupun harus tetap waspada).
Keren kan, hebat ga tuh? *Menurut kita sih ini udah hebat, ga tau menurut kalian ya

Kita akan post satu per satu ya biar keliatan hebat beneran hehehe. Sementara ini, kita kasih teaser dulu aja ya biar kalian makin penasaran. Oiya, kita juga selalu sempetin nulis disaat lagi jalan-jalan nih, contohnya ya seperti sekarang ini.

Dinikmati dulu ya foto - foto kita 💁
Spoiler Gambar:
1. Museum Gedung Arsip, Jakarta

2. Hutan Mangrove PIK, Jakarta

3. Kids Playground, Jakarta

4. Dusun Bambu, Bandung

5. Floating Market, Bandung

6. Taman Begonia, Bandung

7. Maribaya, Bandung

8. Gunung Pancar, Bogor

9. Sebuah Pohon, Lampung

10. Taman Balekambang, Solo

11. Kong Meng San, Singapore

yang lainnya menyusul ya kita post nanti satu-satu deh

Apa diantara kalian ada yang punya ide menarik? Silahkan jawab di kolom komentar ya, ide/ destinasi paling menarik akan kita realisasikan dan kita berikan hadiah menarik :)

Teman setia dalam mengarungi kerasnya aspal jalanan

#inklocita #iwent

Let’s explore~

Easy Money : Jual Barang Preloved, Tinkerlust Saja

Sumber Gambar : Tinkerlust.com

"Your closet is your investment"

Satu hal yang aku kepikiran tiap beli barang entah itu tas, baju, sepatu, atau bahkan kalung adalah alasan kalau yang aku beli itu investasi. Yang setelah kita pakai karena dia oh-so-vintage bisa bikin harganya jadi meningkat.
Seminggu terakhir karena barang barang preloved lagi in banget di pasaran, aku juga penasaran banget pingin coba. Kalau laku, bisa jadi modal lagi untuk beli yang lain, ya kan? Am I right or am I right? :)

Semaleman milihin barang-barang apa yang mau dipindahtangan, aku dapet 9 item. Lengkap ada baju, dompet, tas, sampai sepatu. Tinggal pilih nih mau dibantu sama siapa, setelah google dan stalk beberapa instagram, akhirnya aku pilih Tinkerlust.

Langkah-langkah untuk handover barang kita mudah banget bisa disambi ngerjain report di kantor atau pas memecah kemacetan Jakarta.
  1. Klik start selling
  2. Isi data diri selengkap mungkin
  3. Isi berapa barang yang mau dikirim, ini yang aku suka dari tinkerlust, untuk lebih dari 10 barang yang mau kita kirim, barang-barang kita bisa di-pick-up oleh kurir (free)
  4. Sit back and relax and wait for your cash
Gampang banget kan? Tapi ga seru dong ya kalau ga ada drama

DRAMA #1 - PICK UP

Sesuai dengan yang diisi waktu isi data diri, kita pilih waktu pick up nya kan. Berhubung waktu itu pesawat di-reschedule sepihak (baca: jalan-jalan MotoGP, kasih link kalau udah ditulis haha) dan aku lupa kabarin orang rumah kalau ada yang mau ambil barang, alhasil barang barang ga jadi diambil sesuai jadwal karena dikira orang rumah si bapak bapaknya adalah MALING (maaf ya Pak). Karena tekad untuk jual barang masih tinggi, aku langsung line customer servicenya. Pelayanannya cukup baik (walaupun kalo bales line rada lama sih, banyak kali ya yang rewel kayak aku), barang-barangku bisa dijadwalkan pick up ulang. 

Percakapan Kita di Line:

Caption: Cukup responsif kan walau dibalesnya agak lama


DRAMA #2 - PRICING

Hari Kamis barang barangku udah dipick up, hari Jumat langsung aku line ke customer service kapan aku bisa tahu harganya, dan dibalas tunggu 3-5 hari untuk barangnya dikurasi. OK. Hari Rabunya, berarti udah hampir seminggu ya, aku tanya lagi kok belum ada ya email yang isinya harga? Katanya akan dikirim ulang. OK. Langsung aku cek email baru masuk emailnya, langsung ada 2. Ternyata dari 9 item yang aku kirim, cuma 4 item yang diterima SAAAAD :(, karena sisa 5 itemnya ada yang robek sama bernoda. Yaudalahya daripada ga ada sama sekali. Dari harga yang dia kasih, aku masih belum sreg nih, menurutku kemurahan (dibandingkan sama kondisi barang dan harga beli). Aku langsung balas email dengan harga yang menurutku sesuai (walaupun sebenernya aku ga butuh uangnya sih). OK. Ga lama kemudian, sekitar 40 menit dari aku email, dibalas kalau harganya akan langsung update. OK.

kekecilan ga sih? kebaca lah ya
zoom deh kalau masih ga kebaca

DRAMA #3 - RETURNS

Tadi kan ada 5 item kan yang ga bisa dipajang di Tinkerlust, jadi aku minta jadwalkan untuk pengembalian. Caranya, waktu kita confirm harga di email kita sekalian tuh jadwalkan untuk untuk pengembalian barangnya. Aku jadwalkan di hari Jumat, cuma sekarang udah hari Minggu, barangnya masih belum sampai rumah. Aku line lagi deh ya, hari Senin.


Iseng - iseng nih, aku cek prelovedku udah laku apa belum ya (cek kolesiku yaa:  Preloved by Paarl) Semua koleksiku sudah DIPAJANG!, dan DUA (2) item sudah laku (Yeeay!). Tinggal tunggu 2 lagi nih yang laku, mari mari dipilih. Dompet Tory Burch nya masih ada loh di toko tapi kamu bisa dapet dengan harga yang miriiiiingggg

do visit my preloved on tinkerlust, siapa tau tertarik beli barangku huehuehue 


Sesuai informasi, uangnya akan ditransfer tanggal 1 di bulan depan setelah barangnya laku. OK. Berarti uangku akan masuk ke nomer rekening yang aku submit di 1 Desember.
Let's wait patiently :)

Gimana? Gampang kan. Mulai dari daftar sampai confirm harga aku lakukan dari handphone.
Happy shopping and selling, folks~

Jangan cuma mampir tapi belanja juga di Tinkerlust-ku ya


About Us


5 November 2016 berawal dari iseng-iseng. Setelah vakum hampir selama lebih dari 5 tahun di dunia per-blog-an akhirnya karena tuntutan profesi maka kami memutuskan untuk kembali merumput dengan bikin blog keren sebagai wadah penampungan cerita dan pengalaman kami yang ingin kami pamerkan kepada khalayak ramai, yaaa begitulah kurang lebihnya ya intinya sih buat pamer. Jadi mohon maaf kalau konten blog ini kurang informatif bagi Anda-Anda sekalian yaa. Kalau kalian ingin mencari informasi mah jangan main kesini mungkin lebih baik kunjungi blog sebelah aja atau buka detik dot com lah paling bener.

Blog ini memfasilitasi ketidaksanggupan kita untuk pamer di dunia nyata maka dari itu kita tempuh cara alternatif yakni pamer di dunia fana. Tidak ada filosofi atau latar belakang khusus dari nama Inklocita, ini lebih karena hanya nama inilah yang saat itu terlintas dan available untuk dibuat dalam domain blogger. Kita sudah coba nama nama lain tapi selalu not available. Daripada bikin nama blog kepanjangan dan campur angka angka sampah jadinya ya apa boleh buat nama yang ngarang dan ngaco pun kami jabani.

Mudah mudahan tidak hanya kita ya yang membaca blog ini, kalau cuma kita ya berarti pamer-nya gagal dong :(

Valar Morghulis